Kisah Ahli Surga


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..
Alhamdulillahirabbil'alamin.. Bersyukur kita kepada Allah swt. atas nikmat yang tak putus-putusnya diberikan kepada kita semua. Tidak hanya bersyukur lewat lisan, tapi marilah kita bersyukur dengan perbuatan. Yaitu dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik sesuai dengan yang telah disyari'atkan dalam Islam.

Shalawat beserta salam kita ucapkan kepada Rasulullah, Muhammad saw.
Shalawat itu penting, termasuk dalam amalan yang utama, sesuai dengan

firman Allah swt. : "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersha-lawat untuk Nabi... ." 
(QS. Al-Ahzab {33}:56).

(satu-satunya ibadah yang disebutkan di dalam Al-quran yang diperintahkan kepada manusia untuk dikerjakan dan Allah swt. juga melakukannya)

Allah Swt. menyuruh orang-orang mukmin supaya bershalawat dan memberi shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.: "...Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

"Barangsiapa bershalawat untukku sekali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali." 
(HR. Muslim dari AbĂ» Hurairah).



Kisah Ahli Surga

Pada kesempatan kali ini, Saya akan menyampaikan sebuah Kisah tentang seorang Ahli Surga, 
” Suat saat ketika Rasulullah saw sedang duduk – duduk bersama sahabatnya, Rasulullah saw bersabda, “Sebentar lagi, salah satu ahli surga akan muncul di hadapan kalian.” Tak lama, seorang laki-laki dari kaum Anshar muncul dengan sisa air wudhu masih menetes dari janggutnya. Ia menenteng terompah di tangan kirinya.

Hari berikutnya, Rasulullah mengulang perkataannya dan orang itu kembali melintas seperti pada kali pertama. Di hari ketiga, Rasulullah mengulang perkataannya, dan kejadian itu kembali terulang.

Mendengar ucapan Rasulullah, Abdullah bin Amr mengikuti lelaki yang dimaksud Rasulullah lalu berkata kepadanya, “Aku bertengkar dengan ayahku, aku tidak akan menemuinya tiga hari, apakah engkau berkenan memberiku tempat menginap?” lelaki itu menjawab, “Silahkan, dengan senang hati.”

Abdullah bin Amr pun menginap di rumah lelaki itu hingga tiga malam berlalu dan Abdullah belum melihat dari laki-laki itu melakukan amal yang disebut sebagai penghuni surga. Sehingga Abdullah memberanikan diri bertanya, “Sudah tiga hari disini, aku tidak melihatmu mengerjakan amal yang membanggakan. Mengapa Rasul menyebutmu sebagai salah satu calon penghuni surga?”.

Lelaki itu menjawab, “Aku memang tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, tetapi sebelum tidur, aku mengingat kesalahan-kesalahan saudaraku seiman, lalu aku berusaha untuk memaafkannya. Aku hilangkan rasa dengki dan iri terhadap karunia Allah yang diberikan kepada saudaraku.”

Setelah mendengar itu, Abdullah berkata, “Ya, itulah yang menyebabkan engkau disebut sebagai calon penghuni surga.”

{kisah ini Riwayat al-Bazzar dan dikatakan sahih oleh Bukhari dan Muslim dari Anas ra.}

** Dari kisah di atas, yang patut kita teladani adalah -> sifat dan sikap memaafkan kesalahan orang lain (saudara kita) serta senantiasa membersihkan hati dari rasa dengki dan iri terhadap saudara kita.
** Dari kisah di atas juga, kita dapat mengambil hikmah bahwa :  amalan kecil, namun dilakukan terus menerus (kontinyu) maka akan dapat mendatangkan Ridha Allah swt. 

Sesuai dengan hadits yang artinya,
Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit.
(Muttafaq 'alaih)

wallahu a'lam bisshawab..


sekian, semoga bermanfaat,
wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..

2 comments: